HK416, Senapan Serbu Pilihan Pasukan Elit

HK416 adalah senapan serbu buatan Heckler & Koch yang bermarkas di Jerman.

Senapan ini dianggap sebagai pengembangan lebih lanjut dari karabin M4 yang digunakan sebagai senapan standar di angkatan perang Amerika dan banyak negara lain.

Kini, HK416 dianggap sebagai senapan serbu terbaik di dunia. Ini antara lain ditunjang kemampuannya untuk beroperasi di segala medan.

M16 dan penggantinga M4 sangat sensitif terhadap lingkungan ekstrim seperti medan yang berpasir. Butir pasir bisa membikin senapan macet. Prajurit tanpa senapan bisa diibaratkan landak kehilangan duri, sudah tentu jadi sasaran empuk musuh.

Meski dianggap sebagai senapan paling baik, HK416 belum digunakan secara luas, termasuk di Amerika. Dana yang diperlukan untuk mengganti persenjataan lama dengan yang baru bisa amat bejibun.

Sebagai ilustrasi satu pucuk HK416 dihargai $800 hingga $1,425 tergantung dari jumlah pembelian dan aksesoris yang disertakan. Harga ini tinggal dikalikan dengan jumlah personil angkatan perangnya saja.

Di Amerika, pengguna senapan ini baru unit Delta Force, pasukan khusus AD mereka. Delta Force mengadopsi HK416 lantaran cerita ini:

Pada 4 Maret 2002, sebuah RPG menghantam mesin helikopter Chinook MH-47 yang mengangkut personil Rangers di Gunung Shahikot, sebelah Timur Afganistan. Helikopter itu jatuh dipuncak Takur Ghar, diketinggian 10.000 kaki. Hujan peluru dari laras senjata para pejuang Al Qaeda menghujani helikopter dan menewaskan sebagian anggota pasukan yang masih berada didalamnya.

Kapten Nate Self, seorang anggota Rangers yang selamat  merangkak keluar helikopter diikuti beberapa anggotanya yang selamat, berlindung di batu-batuan dan mencoba membalas tembakan.

Saat itulah Self merasakan M4nya macet, nalurinya yang terlatih segera memeriksa apa yang terjadi dan ia menemukan peluru yang menyangkut dalam kamar peluru.

Segera ia menyiapkan tongkat pembersih yang selalu tersedia dalam  senjata dan mencoba untuk mendorong peluru itu keluar, tapi peluru itu tidak bergerak bahkan tongkat pembersihnya patah, dan ia tidak punya pilihan lain kecuali mencari senjata lain yang masih berfungsi milik  anggota pasukannya yang telah tewas dalam bangkai helikopter. Ditengah desingan peluru, ia berhasil mengambil senjata M4 yang masih berfungsi, lalu kembali bertempur.

Karena keberaniannya hari itu, Kapten Self mendapatkan penghargaan medali Silver Star.

Kalau seorang kapten dari pasukan elit tidak mampu membikin senjatanya beroperasi, berarti kesalahan bukan lagi pada personilnya. Masih ada beberapa peristiwa lain dengan kondisi serupa, senapan andalan mereka ternyata ngadat justru pada situasi genting.

Pengalaman ini akhirnya membuat petinggi pasukan Delta Force berupaya mencari senapan yang dapat diandalkan. Hingga dipilihlah HK416 yang mengkombinasikan kehandalan AK47 dan kenyamanan pemakaian M16.

Bagaimana dengan negara lain?

Ternyata Indonesia juga tercatat sebagai satu dari sebagian kecil negara yang telah menggunakan HK416. Pada Konferensi Climate Change 3-14 Desember 2008 lalu di Bali, terlihat personil-personil Pasukan Detasemen Jala Mengkara (Denjaka) Korps Marinir telah menyandang senjata ini.

Denjaka merupakan detasemen pasukan khusus TNI Angkatan Laut dengan personil gabungan dari Kopaska dan Taifib Korps Marinir TNI-AL. Denjaka memiliki tugas pokok membina kemampuan antiteror dan antisabotase di laut dan di daerah pantai serta kemampuan klandestin aspek laut.[]

Referensi:
Wikipedia

http://kopral68.multiply.com/journal/item/5/HK416_senjatanya_Denjaka?&item_id=5&view:replies=reverse

Tulisan terkait:


Advertisement